Aceh Tamiang, LensaRepublik.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melanjutkan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu siang (10/12). Setelah meninjau kondisi dari Posko Terpadu Tamiang, AHY bergerak menuju Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana.
Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. AHY harus melewati ruas jalan dengan kerusakan berat akibat longsor dan banjir, yang memutus akses transportasi warga. Kehadiran Kementerian Koordinator Infrastruktur, menurut AHY, bertujuan memastikan pekerjaan penanganan darurat berjalan dan jalur-jalur vital segera dapat difungsikan kembali.
Di Desa Lubuk Sidup, AHY bersama Kepala Desa Ibrahim dan warga setempat meninjau langsung akses jalan yang terputus total. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena masih terdapat dua desa lain yang hingga kini sulit dijangkau akibat tertutup lumpur dan rusaknya jembatan penghubung.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan akses logistik, seperti makanan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan, dapat menjangkau desa-desa yang terisolasi,” ujar AHY di lokasi. Ia menjelaskan, jalur sepanjang sekitar 1,5 kilometer tertutup lumpur, sementara jembatan sepanjang 200 hingga 250 meter mengalami kerusakan parah. Padahal, jalur tersebut merupakan penghubung strategis antara Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Untuk mempercepat penanganan, AHY telah meminta Kepala Balai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum agar segera mengerahkan alat berat guna membersihkan jalan dan memperbaiki jembatan. Selain pemerintah, upaya kolaboratif juga dilakukan bersama tim Vertical Rescue Eiger yang turut memetakan kondisi teknis di lapangan serta membangun jembatan perintis bersama warga. Jembatan sementara ini diharapkan dapat dilalui masyarakat dan kendaraan roda dua pembawa logistik sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
AHY juga menyoroti kerusakan infrastruktur lain yang tak kalah krusial, termasuk robohnya tower tegangan tinggi milik PLN. Menurutnya, listrik memiliki peran vital, tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk komunikasi dan akses informasi warga. Pemerintah, kata AHY, akan mengawal pemulihan infrastruktur listrik dan komunikasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya.
“Kita tidak ingin berlama-lama dalam membangun. Kita ingin cepat, tapi juga harus kokoh. Jangan sampai mengejar kecepatan, tapi mengorbankan kekuatan,” tegas AHY, menekankan pentingnya pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan di daerah rawan bencana.







