Depok, LensaRepublik.com – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat peran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai salah satu instrumen penting dalam penguatan ekonomi masyarakat. Langkah ini kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama 63 KKMP se-Kota Depok yang berlangsung di Aula Serbaguna, Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Kamis (11/12/2025).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Depok, Mohammad Fitriawan, menekankan bahwa KKMP bukan sekadar wadah administrasi koperasi tingkat kelurahan, melainkan motor ekonomi baru yang diharapkan mampu menyasar kebutuhan warga secara langsung.
“KKMP ini bukan hanya tempat koperasi di tingkat kelurahan, tetapi tempat penggerak ekonomi bagi warga,” ujar Fitriawan dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa Pemkot Depok ingin memastikan koperasi tidak berhenti pada tahap pembentukan struktur, tetapi benar-benar aktif dan memiliki dampak.
Menurut Fitriawan, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan menjadi elemen penting dalam mendekatkan layanan ekonomi rakyat, terutama bagi pelaku usaha mikro dan warga berpenghasilan rendah. “Kami memastikan setiap koperasi berjalan dan memberi manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Mohammad Thamrin, mengungkapkan bahwa dari 63 KKMP, sebanyak 61 koperasi sudah beroperasi aktif setelah mendapatkan dana hibah sebesar Rp30 juta melalui APBD Kota Depok Tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk penguatan modal, pengembangan usaha, hingga operasional koperasi.
“Ini menunjukkan komitmen koperasi untuk segera bergerak dan melayani kebutuhan warganya,” kata Thamrin. Ia menyampaikan bahwa dua KKMP lainnya di Kelurahan Cisalak dan Bojongsari Lama masih dalam tahap penyempurnaan kepengurusan sehingga belum dapat menjalankan operasional penuh.
Thamrin juga menyoroti perkembangan gerai sembako yang mulai dijalankan sejumlah KKMP. Menurutnya, keberadaan gerai tersebut menjadi indikator konkret bahwa koperasi benar-benar hadir dan dibutuhkan masyarakat. “Gerai yang sudah berjalan memudahkan sosialisasi dan meningkatkan kepercayaan warga terhadap koperasi,” ujarnya.
Pemkot Depok menilai, penguatan KKMP sejalan dengan agenda pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang menargetkan pemerataan akses usaha dan peningkatan daya beli warga. Melalui koperasi kelurahan, pemerintah berharap tumbuhnya ekosistem ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja KKMP serta sinkronisasi langkah antara pemerintah kota dan pengurus koperasi di setiap kelurahan. Dengan semakin aktifnya KKMP, Pemkot Depok optimistis kontribusi koperasi terhadap perekonomian daerah akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.







