Islamabad, LensaRepublik.com – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Islamabad, Pakistan, Senin (08/12/2025), sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Kedatangan Prabowo menjadi sorotan karena disambut langsung oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari di Bandara Internasional Islamabad. Penyambutan dua pemimpin sekaligus ini jarang terjadi dan menunjukkan tingginya penghormatan Pakistan terhadap Indonesia.

Setibanya di apron khusus VVIP, Prabowo disambut seremoni militer lengkap, termasuk pengibaran bendera kedua negara dan dentuman tembakan kehormatan. Pasukan Garda Kehormatan Pakistan Army berdiri berbaris rapi sambil memberi salam penghormatan, sementara PM Shehbaz Sharif berjalan mendampingi Prabowo meninjau pasukan.

Kunjungan kenegaraan ini memiliki momen historis tersendiri karena bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia Pakistan. Pemerintah Pakistan menyebut kehadiran Prabowo sebagai “penguatan ikatan strategis yang telah terjalin sejak era Presiden Sukarno”.

Dalam pernyataannya, PM Shehbaz menegaskan bahwa Pakistan memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Indo-Pasifik. “Kami menyambut Presiden Prabowo dengan penuh kehormatan. Indonesia dan Pakistan memiliki sejarah panjang yang harus terus kita perkuat,” ujar Shehbaz dalam seremoni penyambutan.

Kunjungan ini juga dikaitkan dengan sejarah penting kedua bangsa. Pada tahun 1950, Presiden Sukarno pernah mengunjungi Pakistan dan disambut hangat oleh Perdana Menteri Liaquat Ali Khan. Momen tersebut dikenang sebagai tonggak awal kedekatan diplomatik Jakarta Islamabad. Pemerintah Pakistan menyebut kunjungan Prabowo “menghidupkan kembali ingatan sejarah itu”.

Undangan resmi kepada Prabowo sebenarnya telah disampaikan PM Shehbaz sebanyak dua kali, yakni saat pertemuan di KTT D8 di Kairo dan setelah KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir. Pemerintah Indonesia menilai undangan tersebut menunjukkan keseriusan Pakistan dalam memperluas kerja sama bilateral.

Agenda utama selama berada di Islamabad meliputi pembahasan kerja sama pertahanan, perdagangan, teknologi militer, pendidikan militer, serta peningkatan pertukaran ekonomi lintas sektor. Indonesia juga disebut akan menawarkan penguatan kerja sama industri strategis yang dinilai selaras dengan kebutuhan modernisasi Pakistan.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut kunjungan Prabowo kali ini merupakan “langkah strategis” Indonesia di tengah dinamika geopolitik Asia Selatan dan Timur Tengah. Jakarta menilai hubungan dengan Pakistan semakin relevan, terutama terkait stabilitas kawasan dan kerja sama pertahanan.

Prabowo dijadwalkan berada di Islamabad selama dua hari sebelum kembali ke Jakarta. Pemerintah Pakistan telah menyiapkan rangkaian pertemuan tingkat tinggi dan jamuan kenegaraan sebagai penghormatan resmi bagi Presiden Indonesia tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini