Yogyakarta, LensaRepublik.com – Jalan Tol Yogyakarta-Solo memasuki fase operasional fungsional untuk seksi Prambanan-Purwomartani. Ruas sepanjang 16 kilometer ini dibuka pada 16 Maret 2026, dengan jam layanan pukul 06.00 – 18.00, sebagai persiapan sebelum penerapan tarif penuh.
Sebelumnya, seksi Kartasura (Colomadu) hingga Klaten telah beroperasi penuh. Masa sosialisasi gratis tol berakhir pada 4 Oktober 2024. Jalur fungsional Klaten-Prambanan sepanjang 6,725 km dibuka gratis untuk Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, mempermudah mobilitas wisatawan menuju Candi Prambanan.
Tol dibangun melalui skema KPBU/PPP oleh PT Jasamarga Jogja Solo, dengan kepemilikan PT Jasa Marga (Persero) Tbk 52,82% dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk 47,18%. Sumber dana 30% ekuitas dan 70% pinjaman. Tarif tol satu golongan kendaraan pada seksi penuh sebelumnya Rp 27.480.
Sejumlah pekerjaan konstruksi sudah rampung, termasuk interchange, pengangkatan girder, pemadatan lahan, dan pengecoran badan jalan. Sebagian trase melewati Sultan Ground, lahan sewa milik Kraton Yogyakarta seluas 320.000 meter persegi. Pemerintah menyewa lahan dengan harga Rp12.500 per meter per tahun, setara Rp500.000 per meter untuk 40 tahun. Total nilai sewa mencapai Rp160 miliar.
“Kami membuka seksi ini secara fungsional agar warga dan wisatawan bisa mencoba tol sebelum tarif berlaku. Pembukaan juga untuk memperlancar arus transportasi menjelang libur panjang,” kata Tisara Sita, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi DIY.
Pembukaan seksi fungsional diharapkan memperlancar akses ke kawasan wisata dan distribusi logistik. Pemerintah optimistis tol ini akan menurunkan kemacetan di jalur nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Yogyakarta-Solo. Progres seksi lain telah mencapai 90–100%, sehingga seksi penuh tol ini dapat beroperasi komersial sesuai jadwal.







