Yogyakarta, LensaRepublik.com – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali memberikan Penghargaan Pelestarian Bangunan Warisan Budaya 2025 sebagai bentuk komitmen menjaga keberlangsungan nilai sejarah serta pelestarian budaya kota. Acara dilaksanakan Senin malam (8/12/2025) di Grha Budaya, Taman Budaya Embung Giwangan, dan dihadiri puluhan pelestari budaya, seniman, budayawan, hingga tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap bangunan Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan sejarah Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa apresiasi ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan dorongan agar pelestari terus menjaga keaslian, memaksimalkan pemanfaatan, serta memastikan nilai budaya bangunan tetap terjaga.

“Penghargaan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi bagi para pelestari, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat agar ikut menjaga eksistensi bangunan warisan budaya,” ujar Yetti.

Ia menjelaskan bahwa proses penentuan penerima melalui tahapan panjang, mulai inventarisasi bangunan, penilaian lapangan, hingga pemilihan lima bangunan terbaik. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator keaslian, keterawatan, kebersihan lingkungan, dan kebermanfaatan bangunan bagi masyarakat.

Lima objek yang terpilih sebagai penerima penghargaan 2025 yaitu Benteng Kraton Mataram Kotagede, Monumen Jumenengan Sri Sultan Hamengkubuwono IX di Kotagede, Pancuran Donotirto Lanang di Jalan Jogonegaran, Menara Sirine (Gaok) di Jalan Hayam Wuruk, serta Pancuran Donotirto Wadon di Pringgokusuman. Para penerima mendapat Piagam Wali Kota, plakat, dan uang pembinaan Rp12.500.000.

Tak hanya bangunan bersejarah, Pemkot Yogyakarta turut memberikan Penghargaan Seniman dan Budayawan Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen pemajuan kebudayaan. Terdapat sembilan kategori penerima penghargaan: Pelestari Seni Siswa Among Beksa, Pelaku Seni Kinanti Sekar Rahina, Pelestari Bahasa, Sastra, Aksara Majalah Djaka Lodang, Pelaku Bahasa, Sastra, Aksara Margareth Widhy Pratiwi, Pelestari Adat dan Tradisi Raden Mas Enggar Pikantoyo, Pelaku Adat dan Tradisi Joni Wijanarko, Budayawan Murdijati Gardjito, Kreator Ishari Sahida, serta Pelestari Warisan Budaya Benda dan Tak Benda Kuswarsantyo.

Setiap penerima memperoleh Piagam Wali Kota, pin emas, dan uang pembinaan Rp15.000.000.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku budaya. “Terima kasih kepada para seniman dan budayawan yang dengan kerja budaya menjaga kelestarian Yogyakarta,” kata Hasto.

Puncak acara ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, sebagai Penggerak Ekonomi Kebudayaan atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan kebudayaan.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini