Purworejo, LensaRepublik.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai gerakan ekonomi berbasis anggota dan kebutuhan masyarakat. Penguatan peran tersebut menjadi fokus dalam Sarasehan Koperasi Desa Merah Putih bertema Mengembalikan Jati Diri Koperasi yang digelar Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Purworejo di Aula Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Indonesia ke-79 itu diikuti 104 peserta yang mewakili 52 Koperasi Desa Merah Putih dari seluruh Kabupaten Purworejo. Hadir sebagai narasumber Tenaga Ahli Kementerian Koperasi RI James Martua Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo Budi Wibowo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono, serta Staf Ahli Perundangan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Iman Abu Yusuf. Bupati Purworejo Yuli Hastuti turut membuka kegiatan tersebut.

Yuli mengatakan koperasi memiliki posisi strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dikelola berdasarkan prinsip kebersamaan. Menurut dia, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi para anggotanya.

“Terus perkuat sinergi, kolaborasi, dan semangat gotong royong untuk memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purworejo,” kata Yuli.

Ia menilai Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi penggerak aktivitas ekonomi desa, mulai dari penguatan usaha mikro, pengembangan produk lokal, hingga memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi. Karena itu, tata kelola yang profesional dan partisipasi aktif anggota menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.

Sarasehan juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara pemerintah, pengurus koperasi, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi koperasi di lapangan. Berbagai isu, seperti penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, hingga strategi pengembangan bisnis koperasi menjadi materi pembahasan dalam forum tersebut.

Menurut Yuli, pemerintah daerah berharap hasil diskusi dapat menjadi bekal bagi pengurus dalam mengembangkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 52 Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis desa.

Melalui sarasehan tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Dekopinda menegaskan komitmennya untuk mengembalikan koperasi pada jati dirinya sebagai gerakan ekonomi rakyat. Dengan tata kelola yang baik, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini