Aceh Tamiang, LensaRepublik.com – Usai merampungkan kunjungan kenegaraan ke Rusia, Presiden Republik Indonesia langsung bertolak ke Aceh untuk meninjau kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah sekaligus memastikan penanganan darurat dan penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Setibanya di Aceh Tamiang, Presiden menyambangi sejumlah lokasi terdampak dan menemui warga di pengungsian. Ia memastikan bantuan kemanusiaan mulai dari obat-obatan, kebutuhan pangan, hingga layanan kesehatan telah disalurkan secara berkelanjutan. Presiden menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar korban menjadi prioritas utama, mengingat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan akses layanan akibat bencana.

“Pemerintah memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan terkoordinasi, terutama untuk obat-obatan, pangan, dan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Presiden di hadapan warga dan petugas lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi jajaran pemerintah pusat dan daerah, termasuk unsur TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kementerian terkait. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak, termasuk penanganan pengungsian yang layak dan aman bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Selain penanganan darurat, Presiden juga menekankan percepatan perbaikan infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir dan longsor. Akses jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, serta jaringan air bersih dan listrik menjadi fokus agar aktivitas warga dapat segera pulih. Pemerintah daerah diminta menyusun peta kebutuhan dan jadwal pemulihan yang terukur agar proses rehabilitasi berjalan efektif.

Tak hanya itu, pemerintah turut menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang. Upaya tersebut meliputi penguatan sistem peringatan dini, penataan kawasan rawan bencana, serta edukasi kebencanaan bagi masyarakat. Presiden menegaskan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan daya dukung lingkungan.

“Melalui upaya terpadu ini, pemerintah berkomitmen memastikan keselamatan, pemulihan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pascabencana,” kata Presiden.

Kunjungan ini diharapkan memberi kepastian kepada warga terdampak bahwa negara hadir dan bekerja cepat, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga hingga pemulihan total dan penguatan ketahanan daerah terhadap bencana.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini