Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ribuan Pelajar Adu Skill di Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Siapa Juara?

    Oktober 12, 2026

    RSUD Tjitrowardojo Purworejo Buka 83 Formasi, Pendaftaran Dimulai 11 Oktober

    Oktober 7, 2026

    Gaya Unik Pejabat Publik: Ketua DPRD Purworejo Tunaryo Mulai Aktif Main TikTok

    Oktober 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Lensa Republik
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Tentang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Olahraga
    • Tokoh
    • Politik
    • Tentang
    Lensa Republik
    Home»Ekonomi»Industri Tumbuh Pesat, Gus Ardan Dorong Hunian Berkelanjutan di Kendal
    Ekonomi

    Industri Tumbuh Pesat, Gus Ardan Dorong Hunian Berkelanjutan di Kendal

    redaksiBy redaksiJanuari 21, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read7 Views
    Share Facebook Bluesky Pinterest Threads Telegram Twitter Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Add as Preferred on Google Google News Flipboard
    Share
    Facebook Pinterest Bluesky Threads Email Copy Link

    Kendal, LensaRepublik.com – Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh pemerintah daerah, Kabupaten Kendal mencatat pertumbuhan ekonomi yang menanjak signifikan. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tercatat menembus angka 8,84 persen, salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah. Di balik angka itu, ada wajah-wajah baru yang mulai mengisi peta kota: pekerja industri, investor, dan proyek perumahan yang berkembang cepat.

    Kendati demikian, perubahan ekonomi itu tidak serta merta membentuk kota yang “lebih baik”. Di beberapa titik, modernisasi justru menimbulkan persoalan klasik: kepadatan hunian, tekanan harga tanah, dan hilangnya ruang publik. Industri besar memang mengalirkan uang, tetapi juga menambah kebutuhan hunian yang seringkali dipenuhi secara instan, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

    “Pembangunan di Kendal sekarang seperti membangun rumah tanpa memikirkan pondasinya,” kata seorang perencana kota yang enggan disebut namanya. “Ketika ekonomi naik, kita sering lupa bahwa kualitas hidup bukan hanya soal pendapatan.”

    Di tengah dinamika itu, muncul figur yang mencoba menawarkan narasi berbeda: Thohir Ardana, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ardan. Ia bukan sekadar pengusaha muda. Di balik namanya yang sering disebut dalam lingkaran bisnis dan dakwah, ia tampak ingin menegaskan satu gagasan: pembangunan yang baik haruslah berkelanjutan, bukan sekadar cepat.

    Gus Ardan adalah pemimpin Golden Brown Property, perusahaan yang bergerak di sektor properti. Namun, ia menolak diposisikan sebagai pengembang biasa. Baginya, properti adalah medan untuk menguji apakah pembangunan dapat mengedepankan nilai manusia dan lingkungan.

    “Kalau kita bicara properti, yang sering dibahas hanya harga jual dan luas bangunan,” katanya. “Padahal, rumah itu bukan hanya aset. Rumah adalah tempat hidup. Kalau hidupnya tidak nyaman, maka pembangunan itu gagal.”

    Gus Ardan menekankan konsep hunian ramah lingkungan bukan sekadar “hijau-hijauan” di brosur. Ia berbicara tentang desain yang efisien, ruang terbuka yang benar-benar bisa dipakai, dan penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan. Ia menolak gagasan bahwa hunian murah selalu identik dengan kualitas rendah, dan hunian berkualitas selalu identik dengan mahal.

    “Banyak proyek perumahan yang hanya meniru konsep modern, tetapi tidak memikirkan iklim, drainase, atau akses transportasi. Itu membuat hunian menjadi beban, bukan solusi,” ujarnya.

    Selain itu, Gus Ardan juga dikenal sebagai figur yang aktif dalam dakwah. Ia menempatkan aktivitas keagamaan sebagai bagian tak terpisahkan dari cara ia berbisnis. Bagi sebagian orang, kombinasi itu terasa kontradiktif. Namun, Gus Ardan justru melihatnya sebagai sebuah integrasi yang logis.

    “Dakwah bukan hanya ceramah,” katanya. “Dakwah itu juga soal etika. Kalau kita berbisnis, kita harus adil. Kalau kita membangun, kita harus bertanggung jawab. Kalau kita hidup, kita harus memikirkan orang lain.”

    Namun, ide itu tidak selalu mudah diterima. Skeptisisme masyarakat menjadi tantangan terbesar. Banyak yang masih melihat dakwah sebagai ruang suci yang seharusnya bebas dari kepentingan ekonomi. Ada pula yang menganggap properti ramah lingkungan hanya strategi pemasaran.

    “Ada yang tanya, ‘Ini dakwah atau bisnis?’ Saya jawab, ‘Ini kehidupan’,” katanya. “Kalau kita hidup dengan nilai, maka nilai itu akan membimbing setiap keputusan.”

    Di Kendal yang sedang bergejolak, wacana seperti itu menjadi penting. Ketika industri tumbuh, rumah-rumah dibangun, dan kota berkembang, pertanyaan yang muncul bukan lagi “berapa banyak”, tetapi “seberapa baik”.

    Di akhir perbincangan, Gus Ardan menatap ke arah peta kota yang menggambarkan kawasan perumahan dan industri. Ia berkata, “Kendal bisa menjadi contoh kalau pembangunan dipandang sebagai proses panjang. Kalau kita hanya mengejar cepat, maka kita akan membangun kota yang rapuh.”

    Jika benar demikian, maka Kendal tidak hanya akan menjadi kabupaten dengan angka ekonomi yang tinggi. Ia bisa menjadi tempat di mana pembangunan berarti lebih dari sekadar pertumbuhan tetapi juga kualitas hidup.

    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Pinterest Tumblr Bluesky Threads Email Copy Link
    redaksi
    • Website

    Related Posts

    KKPBM Targetkan Perluasan Anggota dari Komunitas Perantau Purworejo di Bekasi

    Juni 21, 2026

    Pasar Wisatawan Asing Dongkrak Penjualan, BintanTrip.id Jual 20 Ribu Paket

    April 1, 2026

    H-9 Lebaran, Tol Bekasi–Karawang Dipadati Truk Besar dan Kendaraan Logistik

    Maret 11, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202678 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202646 Views

    Pengalaman Makkah Membentuk Kepemimpinan Mutammimul masholih Azhar

    Januari 8, 202625 Views
    Don't Miss

    Ribuan Pelajar Adu Skill di Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Siapa Juara?

    redaksiOktober 12, 2026

    Ribuan pelajar adu skill di Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026. Simak daftar juara enam kategori dari empat gim yang dipertandingkan.

    RSUD Tjitrowardojo Purworejo Buka 83 Formasi, Pendaftaran Dimulai 11 Oktober

    Oktober 7, 2026

    Gaya Unik Pejabat Publik: Ketua DPRD Purworejo Tunaryo Mulai Aktif Main TikTok

    Oktober 7, 2026

    FIAS GYM Buka Cabang Kedua di Karet Tengsin, Hadirkan Konsep Private Gym

    Oktober 5, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    Most Popular

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202678 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202646 Views

    Pengalaman Makkah Membentuk Kepemimpinan Mutammimul masholih Azhar

    Januari 8, 202625 Views
    Our Picks

    Ribuan Pelajar Adu Skill di Piala Pelajar Esports DKI Jakarta 2026, Siapa Juara?

    Oktober 12, 2026

    RSUD Tjitrowardojo Purworejo Buka 83 Formasi, Pendaftaran Dimulai 11 Oktober

    Oktober 7, 2026

    Gaya Unik Pejabat Publik: Ketua DPRD Purworejo Tunaryo Mulai Aktif Main TikTok

    Oktober 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Tentang
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    LensaRepublik.com | PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.