Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 2026

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Lensa Republik
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Tentang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Olahraga
    • Tokoh
    • Politik
    • Tentang
    Lensa Republik
    Home»Tokoh»Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi
    Tokoh

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    redaksiBy redaksiSeptember 19, 2026Updated:September 19, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read74 Views
    Share Facebook Bluesky Pinterest Threads Telegram Twitter Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Add as Preferred on Google Google News Flipboard
    Share
    Facebook Pinterest Bluesky Threads Email Copy Link

    Purworejo, Lensarepublik.com – Ketika Nurida Umiyati Utami memutuskan maju sebagai kepala desa pada usia 30 tahun, Desa Polowangi, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, masih menghadapi persoalan yang tidak ringan. Kemiskinan tinggi, sumber daya manusia terbatas, sementara infrastruktur dasar belum memadai. Jalan di sejumlah wilayah belum memiliki rabat beton dan ketika hujan turun, akses warga bisa berubah menjadi jalan becek yang menyulitkan mobilitas.

    Di tengah kondisi itu, Nurida justru datang bukan dengan pengalaman panjang di pemerintahan. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak. Dunia pemerintahan desa masih menjadi sesuatu yang baru baginya.

    Namun, kondisi Polowangi membuatnya memilih untuk tidak hanya melihat dari luar.

    “Saat awal mencalonkan kepala desa, saya masih berusia 30 tahun dan punya dua orang anak. Berbekal sebagai ibu rumah tangga, tentunya saya belum punya pengalaman. Saat itu saya juga belum punya harapan banyak, hanya saja saya prihatin dengan tingkat kemiskinan di desa yang sangat tinggi,” ujar Nurida.

    Persoalan yang dilihatnya tidak berhenti pada kemiskinan. Menurut Nurida, kualitas sumber daya manusia ketika itu juga masih menjadi tantangan. Ia mengingat, jumlah warga yang berstatus PNS hanya sekitar lima orang dalam satu desa.

    Kondisi tersebut membuat pembangunan Polowangi membutuhkan pekerjaan yang panjang. Nurida kemudian memilih memulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: akses jalan.

    Pada 2008, desa mendapatkan bantuan sekitar Rp100 juta. Dengan anggaran yang tersedia, pembangunan dilakukan secara bertahap. Jalan poros desa, akses antar-RT, hingga jalan menuju permukiman warga mulai dibangun dengan rabat beton.

    Bagi Nurida, jalan bukan sekadar infrastruktur fisik. Akses yang lebih baik berarti mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, termasuk ketika warga harus bekerja, membawa hasil usaha, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Pembangunan pun berlangsung bertahap hingga berbagai akses desa kini telah terbangun. Persoalan lain kemudian muncul ketika musim hujan tiba.

    Sejumlah wilayah Polowangi memiliki potensi longsor. Pemerintah desa mengupayakan pembangunan talud untuk menangani tebing yang rawan. Menurut Nurida, sebagian besar titik yang berpotensi longsor kini telah mendapatkan penanganan.

    Setelah pembangunan infrastruktur dasar semakin berkembang, pemerintah desa mulai merintis jalan usaha tani (JUT).

    Nurida tidak ingin pembangunan hanya berhenti pada proyek fisik. Pemuda yang tidak merantau dilibatkan dalam kegiatan pembangunan desa, termasuk sebagai tenaga tukang.

    Pemberdayaan perempuan dilakukan melalui kursus dan pelatihan. Pelaku UMKM juga didata agar dapat diarahkan mengikuti pelatihan serta berbagai kegiatan pameran.

    Meski sejumlah perubahan telah berjalan, Nurida masih menghadapi persoalan klasik desa: keterbatasan anggaran. Pendapatan asli desa (PAD) masih minim sehingga pembangunan banyak mengandalkan Dana Desa.

    BUMDes mulai memberikan pendapatan dalam dua tahun terakhir, tetapi kontribusinya masih terbatas.

    Sementara itu, tantangan lain datang dari sektor pendidikan. Minat sebagian remaja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih rendah. Setelah lulus SMA atau sederajat, sebagian memilih langsung bekerja. Mata pencaharian masyarakat pun masih banyak bergantung pada pekerjaan sebagai buruh.

    Setelah tiga periode memimpin Desa Polowangi, Nurida memastikan dirinya tidak akan kembali mencalonkan diri. Ia memandang masa pengabdiannya telah sampai pada batas yang ditetapkan, sementara pembangunan desa harus terus dilanjutkan oleh generasi kepemimpinan berikutnya.

    “Saya sudah tiga periode dan sudah sampai pada batas maksimal untuk kembali mencalonkan diri. Ke depan, saya akan tetap memberikan dukungan kepada kepala desa terpilih agar Desa Polowangi bisa semakin maju, menjadi desa yang mandiri dan berdaya guna bagi pembangunan serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tutur Nurida.

    Pernyataan tersebut sekaligus menandai babak baru bagi Polowangi. Setelah bertahun-tahun membangun dari persoalan paling dasar, Nurida berharap estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan dengan semangat yang sama.

    Perjalanan Nurida menunjukkan bahwa membangun desa tidak selesai hanya dengan memperbaiki jalan. Setelah persoalan akses mulai ditangani, tantangan berikutnya adalah membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan, keterampilan, dan perekonomian.

    Dari seorang ibu rumah tangga yang memberanikan diri maju sebagai kepala desa di usia 30 tahun, Nurida kini menutup masa pengabdiannya dengan satu harapan: Polowangi terus bergerak maju, menjadi desa yang semakin mandiri, berdaya guna, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

    berita Pituruh berita Purworejo BUMDes Polowangi desa mandiri Desa Polowangi jalan rabat beton jalan usaha tani JUT Polowangi Kabupaten Purworejo Kecamatan Pituruh kemiskinan desa kepala desa perempuan Kepala Desa Polowangi kepemimpinan desa LensaRepublik masyarakat Desa Polowangi Nurida Umiyati Utami pembangunan Desa Polowangi pembangunan desa Purworejo pembangunan infrastruktur desa pemberdayaan masyarakat desa pemberdayaan perempuan pendidikan masyarakat desa Polowangi Purworejo profil Nurida Umiyati Utami UMKM Desa Polowangi
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Pinterest Tumblr Bluesky Threads Email Copy Link
    redaksi
    • Website

    Related Posts

    Diana Dewi Terima Gelar Kanjeng Mas Tumenggung dari Keraton Surakarta

    Juni 20, 2026

    Baju Kurung Modern Karya Nila Purri Hadir Sambut Hari Raya, Padukan Tradisi dan Elegansi

    Maret 8, 2026

    Prabowo Gelar Rapat Maraton di Hambalang, Bahas Pendidikan STEM hingga Kesiapan Mudik

    Maret 8, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202674 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202643 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 20269 Views
    Don't Miss

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    redaksiSeptember 19, 2026

    Nurida Umiyati Utami membangun Desa Polowangi, Purworejo, melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, UMKM, pendidikan, hingga penguatan ekonomi desa.

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026

    Hari Veteran Nasional, Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Veteran

    Agustus 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    Most Popular

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202674 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202643 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 20269 Views
    Our Picks

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 2026

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Tentang
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    LensaRepublik.com | PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.