Purworejo, LensaRepublik.com – Cara pejabat publik berkomunikasi dengan masyarakat kini semakin beragam. Tidak hanya melalui rapat, kunjungan kerja, atau forum resmi, media sosial juga menjadi ruang untuk memperlihatkan aktivitas dengan kemasan yang lebih ringan.
Hal tersebut turut dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, S.Sos. Belakangan, Tunaryo mulai aktif menggunakan TikTok melalui akun @pak.tun dengan membagikan berbagai aktivitasnya kepada masyarakat.
Menariknya, konten yang diunggah tidak selalu berkaitan dengan agenda kedewanan. Ada pula video yang memperlihatkan sisi keseharian Tunaryo, salah satunya melalui konten “Pak Tun Jajan”.
Video “Pak Tun Jajan” Tembus 30,9 Ribu Views. Salah satu video yang cukup menonjol di akun tersebut memperlihatkan Tunaryo menikmati sate ayam Kemiri, salah satu kuliner yang dikenal di wilayah Purworejo.
Konten tersebut dikemas secara sederhana melalui tajuk “Pak Tun Jajan”. Hingga artikel ini ditulis, video itu telah ditonton sekitar 30,9 ribu kali.
Angka tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana aktivitas sederhana yang dikemas melalui video pendek dapat menarik perhatian pengguna media sosial. Alih-alih hanya menampilkan kegiatan formal, konten kuliner menghadirkan sisi yang lebih ringan dari sosok Ketua DPRD Purworejo.

Selain “Pak Tun Jajan”, akun tersebut juga menggunakan sejumlah tajuk lain, seperti “Pak Tun Tilik”, “Pak Tun Peduli”, “Pak Tun Hadir”, dan “Pak Tun Berkata”.
Keragaman format tersebut memperlihatkan upaya mengemas aktivitas seorang pejabat publik agar dapat dikonsumsi melalui karakter media sosial yang lebih cepat dan visual.
Aktivitas Tunaryo di TikTok berjalan beriringan dengan agenda kedewanan yang dilakukannya di lapangan. Pada September 2026, misalnya, ia melaksanakan reses di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Kemiri, Bruno, dan Pituruh.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat diserap, mulai dari persoalan pendidikan, infrastruktur, pertanian, peternakan, air bersih, hingga pengembangan ekonomi desa.
Di Desa Bedono Kluwung, Kecamatan Kemiri, salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan penambahan gedung TK Pelangi.
“Ada usulan dari TK Pelangi untuk penambahan atau pembangunan gedung. Kondisi gedung yang ada sudah tidak mampu menampung jumlah siswa,” kata Tunaryo.
Selain menyerap aspirasi, Tunaryo juga turun melihat persoalan infrastruktur di Desa Brondong, Kecamatan Bruno. Masyarakat sebelumnya menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak.
Kehadiran Tunaryo di TikTok menunjukkan bahwa komunikasi pejabat publik kini memiliki banyak bentuk. Aktivitas resmi dapat dibagikan bersamaan dengan konten yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian.
Konten sate ayam Kemiri melalui “Pak Tun Jajan” menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas sederhana dapat dikemas menjadi video pendek yang menarik perhatian.
Di tengah padatnya agenda sebagai Ketua DPRD Purworejo, media sosial akhirnya menjadi kanal tambahan untuk memperkenalkan berbagai aktivitasnya kepada masyarakat.
Bagi publik, perkembangan akun @pak.tun juga menarik untuk diikuti, terutama bagaimana gaya komunikasi digital tersebut akan berkembang dan jenis konten apa yang selanjutnya mendapat perhatian dari warganet.
