Klaten LensaRepublik.com -Pemerintah Kabupaten Klaten melalui DissosP3APPKB menggelar pameran dan bazar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI), Kamis (4/12), di Pendopo Kabupaten Klaten. Acara ini menghadirkan puluhan karya penyandang disabilitas sekaligus menampilkan potensi seni dan kreativitas mereka.

Pameran ini menampilkan berbagai produk, mulai dari lukisan, makanan olahan, batik, kerajinan kayu, hingga produk UMKM lainnya. Tidak hanya memamerkan karya, para peserta juga menampilkan bakat seperti menyanyi, menari, paduan suara, hingga bermain alat musik.

Bupati Klaten yang diwakili Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanta, menegaskan bahwa Klaten merupakan rumah bagi seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, pembangunan daerah harus memberi ruang inklusif agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama.

“Setiap manusia memiliki hak yang setara, baik dalam bekerja, pendidikan, maupun kehidupan sosial. Peringatan ini bukan seremoni, tapi refleksi bersama untuk menjadikan Klaten daerah yang adil dan setara,” ujar Jaka.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung kesetaraan bagi penyandang disabilitas. “Semoga semangat inklusi terus tumbuh dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tambahnya.

Kepala DissosP3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menyebut tema HDI tingkat Kabupaten Klaten tahun ini adalah “Setara, Berkarya, Berdaya Tanpa Batas.” Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan sekadar objek kebijakan, tetapi subjek penting yang berperan aktif dalam pembangunan.

Inklusi bukan konsep semata, melainkan komitmen untuk memastikan semua warga memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya dan berpartisipasi,” kata Puspo.

Acara HDI diisi sejumlah agenda, antara lain penyerahan alat bantu kaki palsu, pameran lukisan dari Sanggar Insan Harapan bekerja sama dengan Universitas Sahid, aksi kreativitas difabel, dan pameran UMKM. Puspo menegaskan kegiatan ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas mampu dan produktif.

Salah satu peserta pameran, Delvino Putra Ramadhan atau Vino, remaja penyandang autisme, menampilkan lima lukisan bertema hewan. Ibunya, Kristiani, mengaku bangga atas kesempatan yang diberikan. “Alhamdulillah bangga sekali. Lebih dari lima karya dipamerkan, semuanya bertema hewan,” ucapnya.

Sebagai rangkaian acara, Pj Sekda bersama Forkopimda, Ketua TP PKK Klaten, dan Kepala DissosP3APPKB turut menyerahkan bantuan kaki palsu kepada penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat agar mereka terus berdaya dan mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini