Jakarta, LensaRelublik.com – Presiden Prabowo Subianto menerima investor global Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan ini membahas penguatan peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalio, pendiri Bridgewater Associates, kini menjadi salah satu penasihat Danantara. Pemerintah menggandengnya untuk memperkuat strategi pengelolaan aset negara sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional.
Danantara dibentuk pada Februari 2025 sebagai sovereign wealth fund Indonesia. Lembaga ini mengelola aset negara dan badan usaha milik negara strategis untuk mendorong investasi jangka panjang.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mencakup prospek ekonomi Indonesia serta langkah optimalisasi aset negara. Pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan transparansi agar Danantara mampu bersaing dengan lembaga investasi global lainnya.
Sejumlah pejabat mendampingi Presiden, antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Langkah menggandeng tokoh global seperti Dalio menjadi sinyal pemerintah untuk memperkuat posisi Danantara di pasar internasional, di tengah persaingan investasi yang kian ketat.







