Jakarta, LensaRepublik.com – Kebakaran sebuah bus pariwisata di kilometer 95 ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) pada Ahad, 15 Maret 2026, menambah daftar kecelakaan di jalur Jalan Tol Trans‑Jawa yang mulai ramai menjelang musim mudik. Dalam dua pekan pertama Maret, sejumlah insiden tercatat dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah, sebagian besar dipicu tabrakan kendaraan di jalan bebas hambatan tersebut.

Bus pariwisata yang terbakar di ruas Cipali arah Jakarta itu berhenti di bahu jalan setelah pengemudi melihat asap dari bagian mesin. Api kemudian membesar dan melahap hampir seluruh badan kendaraan. Petugas operator tol bersama pemadam kebakaran memadamkan api dan mengevakuasi kendaraan dari lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena seluruh penumpang berhasil keluar sebelum api membesar.

Insiden tersebut terjadi ketika arus kendaraan menuju Jawa Tengah mulai meningkat pada pertengahan Maret. Jalur tol yang menghubungkan Jakarta hingga Semarang menjadi koridor utama perjalanan darat jarak jauh.

Sebelumnya, pada 5 Maret 2026, kecelakaan beruntun melibatkan sekitar sepuluh kendaraan terjadi di Tol Cipularang. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah korban mengalami luka-luka. Polisi menduga kecelakaan dipicu kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi dan gagal menjaga jarak aman.

Dua hari kemudian, kecelakaan kembali terjadi di wilayah Jawa Tengah. Pada 7 Maret, tiga truk terlibat tabrakan beruntun di ruas Tol Semarang–Solo di kawasan Ungaran. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka. Aparat kepolisian menyebut kecelakaan bermula ketika salah satu truk kehilangan kendali saat melaju di jalur cepat.


Insiden lain terjadi pada 11 Maret di ruas Tol Semarang–Batang wilayah Kendal. Sebuah bus antarkota menabrak bagian belakang truk tronton yang melaju di depannya. Benturan keras menyebabkan bagian depan bus rusak parah dan beberapa penumpang mengalami luka.

Menjelang akhir pekan, volume kendaraan di jalur tol kembali meningkat. Pada 14 Maret, kecelakaan kendaraan ringan dilaporkan terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) wilayah Subang. Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat memperlambat arus kendaraan yang menuju Jawa Tengah.

Rangkaian kecelakaan berlanjut pada 15 Maret. Siang hari, kecelakaan mobil pemudik terjadi di ruas Tol Semarang–Solo di kawasan Bawen. Dua orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Pada hari yang sama, kecelakaan beruntun juga dilaporkan terjadi di wilayah Pemalang di ruas Tol Semarang–Batang, melibatkan beberapa kendaraan.


Data dari Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia menunjukkan sebagian besar kecelakaan di jalur mudik dipicu oleh faktor manusia. Dalam keterangan yang dikutip ANTARA News, pejabat Korlantas menyebut kelelahan pengemudi serta jarak kendaraan yang terlalu dekat menjadi penyebab dominan kecelakaan di jalan bebas hambatan.

Kepolisian juga mencatat bahwa kecelakaan sering terjadi ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di ruas tol yang panjang dan relatif lurus. Dalam kondisi lalu lintas yang semakin padat, kelengahan kecil dapat memicu tabrakan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan.

Untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan menjelang mudik, kepolisian bersama operator tol meningkatkan patroli di sejumlah ruas strategis. Pos pelayanan, ambulans, dan kendaraan derek disiagakan di beberapa titik sepanjang jalur Trans-Jawa.

Arus kendaraan menuju Jawa Tengah diperkirakan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Kepolisian mengimbau pengemudi memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan jauh, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta beristirahat secara berkala di area istirahat yang tersedia di sepanjang tol.

Rangkaian kecelakaan di koridor Jakarta hingga Semarang itu menjadi pengingat bahwa perjalanan di jalan bebas hambatan bukan hanya soal kecepatan mencapai tujuan. Di tengah meningkatnya mobilitas menjelang musim mudik, disiplin berkendara tetap menjadi faktor utama untuk menjaga keselamatan di jalur utama Trans-Jawa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini