Kuningan, LensaRepublik.com – Kader muda Nahdlatul Ulama (NU), Gus Aziz Asyaubary dari Pondok Pesantren Ciwedus, Kuningan, meminta pelaksanaan Muktamar NU dijaga dari praktik politik uang di tengah dinamika internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar NU (PBNU).

Aziz menilai Muktamar menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi ke depan, sekaligus memperkuat peran NU dalam merespons tantangan nasional dan global.

“Jangan sampai uang merusak Muktamar. Ini ujian besar bagi NU di abad kedua,” kata Aziz, Selasa (7/4).

Ia menyebut NU memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas nasional serta berkontribusi pada upaya perdamaian global. Menurut dia, organisasi tersebut juga memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga komitmen terhadap negara.

“NU tidak memiliki sejarah berkhianat terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

Di tengah kisru yang mencuat di internal PBNU, Aziz menilai kondisi tersebut harus menjadi pelajaran untuk memperkuat organisasi ke depan. Ia mendorong agar NU kembali pada khitahnya sebagai pengayom umat, terutama dalam menjawab persoalan di tingkat akar rumput.

Terkait bursa calon ketua umum, Aziz menyebut sejumlah nama yang mulai diperbincangkan di kalangan kader, di antaranya Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf, Gus Yusuf Khudori dari Magelang, serta K.H. Imam Jazuli dari Cirebon dan K.H. Zulfa Mustafa.

Menurut dia, seluruh nama tersebut merupakan kader terbaik yang memiliki peluang memimpin NU ke depan.

“Siapapun yang terpilih harus mampu menjaga amanah dan tidak membawa NU ke arah kepentingan politik yang sempit,” katanya.

Sementara itu, warga urban nahdiyin, Muhammad Sidiq, menyoroti pentingnya keterlibatan kader muda dalam proses Muktamar, termasuk dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Menurut Sidiq, ruang-ruang kultural NU harus tetap terbuka dan tidak didominasi kelompok tertentu.

“Kader-kader muda harus terlibat aktif, tidak melulu didominasi kalangan tua atau elit saja,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menjaga dinamika organisasi tetap sehat serta relevan dengan perkembangan zaman.

Gua Aziz Asyaubary berharap Muktamar NU dapat menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa, serta memperkuat peran organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini