Bintan, LensaRepublik.com – Pemulihan sektor pariwisata pascapandemi Covid-19 mendorong peningkatan perjalanan lintas negara, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Biro tur dan travel BintanTrip.id mencatat penjualan lebih dari 20 ribu paket wisata sepanjang 2025, dengan dominasi wisatawan mancanegara.
Pendiri BintanTrip.id, Ahmad Syarif atau yang akrab disapa Arif, mengatakan lonjakan tersebut didorong oleh tingginya minat wisatawan asing ke kawasan Bintan dan Batam.
“Data ini merupakan catatan internal kami sepanjang 2025. Mayoritas permintaan justru datang dari wisatawan mancanegara,” ujar Arif kepada wartawan, Rabu (1/4).
BintanTrip.id yang dirintis sejak 2019 sempat terdampak pandemi akibat pembatasan perjalanan internasional. Namun sejak 2022, permintaan mulai pulih seiring dibukanya kembali akses lintas negara.
Arif menyebut, wisatawan dari Cina, Singapura, Malaysia, dan Thailand menjadi kontributor utama dalam peningkatan penjualan. Kedekatan geografis serta kemudahan akses dinilai menjadi faktor utama yang mendorong kunjungan ke wilayah Kepulauan Riau.
Untuk menjangkau pasar global, BintanTrip.id memanfaatkan berbagai platform online travel agent (OTA). Salah satunya melalui Klook yang mencatat lebih dari 10.000 pemesanan dalam dua hingga tiga tahun terakhir. Selain itu, distribusi juga dilakukan melalui Traveloka, Agoda, Viator, serta Tiket.com, termasuk melalui website resmi dan media sosial.
Menurut Arif, tren wisata global saat ini mengarah pada pengalaman yang lebih personal dan fleksibel. Hal ini mendorong perusahaan menghadirkan paket khusus, termasuk perjalanan privat untuk keluarga maupun kebutuhan perusahaan internasional.
“Banyak wisatawan asing yang mencari paket private dengan pengalaman lokal yang autentik,” ujarnya.
Sementara itu, Digital Marketer BintanTrip.id Aji Amdani mengatakan strategi digital menjadi kunci dalam menjangkau pasar luar negeri. Optimalisasi platform dan pemasaran berbasis data dinilai mampu meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.
“Dengan pendekatan digital, kami bisa menjangkau pasar internasional secara lebih efektif dan terukur,” kata Aji.
Memasuki 2026, BintanTrip.id mulai memperluas jaringan ke sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Yogyakarta, melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal guna memperkuat konektivitas wisata.
Arif optimistis pasar mancanegara akan terus menjadi penopang utama pertumbuhan bisnis ke depan, seiring meningkatnya mobilitas global.
“Kami melihat peluang terbesar memang dari wisatawan luar negeri, dan itu akan terus kami optimalkan,” ujarnya.







