Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 2026

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Lensa Republik
    • Redaksi
    • Pedoman Siber
    • Tentang
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Olahraga
    • Tokoh
    • Politik
    • Tentang
    Lensa Republik
    Home»Nasional»Warga Nahdiyin Urban Kritik Transparansi Program PBNU Saat Kunjungan Gus Yahya ke NTB
    Nasional

    Warga Nahdiyin Urban Kritik Transparansi Program PBNU Saat Kunjungan Gus Yahya ke NTB

    redaksiBy redaksiFebruari 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read9 Views
    Share Facebook Bluesky Pinterest Threads Telegram Twitter Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Add as Preferred on Google Google News Flipboard
    Share
    Facebook Pinterest Bluesky Threads Email Copy Link

    Mataram, LensaRepublik.com – Kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, ke Nusa Tenggara Barat (NTB) memantik respons beragam dari kalangan warga Nahdiyin, khususnya komunitas urban.

    Di tengah agenda konsolidasi organisasi dan penguatan program sosial berbasis pesantren, sejumlah warga menyampaikan kritik tajam terhadap implementasi di lapangan. Mereka menilai konsolidasi struktural perlu diimbangi transparansi serta pelibatan kader hingga tingkat akar rumput.

    Muhammad Sidiq, warga Nahdiyin urban di Jabodetabek, mengatakan program-program yang diluncurkan PBNU harus dipastikan berjalan efektif dan tidak berhenti pada seremoni.

    “Kami tentu mendukung langkah PBNU. Tapi jangan hanya kuat di panggung peresmian. Di tingkat ranting dan komunitas kota, kami butuh kepastian bahwa program itu benar-benar berjalan, terukur, dan terbuka,” ujar Sidiq, Minggu (22/2).

    Menurutnya, warga NU di kawasan perkotaan memiliki karakter berbeda dengan basis tradisional pesantren. Komunitas urban, kata dia, lebih kritis dan menuntut akuntabilitas organisasi, terutama dalam pengelolaan program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

    “Kalau NU ingin tetap relevan di kota-kota besar, maka transparansi anggaran dan evaluasi program harus jelas. Kritik ini bukan bentuk perlawanan, tapi tanggung jawab moral sebagai bagian dari jam’iyah,” katanya.

    PBNU sebelumnya menegaskan komitmen penguatan tata kelola organisasi di bawah kepemimpinan Gus Yahya. Sejak 2021, Nahdlatul Ulama mendorong transformasi manajemen organisasi, termasuk digitalisasi data dan konsolidasi struktur wilayah.

    Sejumlah pengurus wilayah di NTB menyebut kritik dari warga sebagai dinamika sehat dalam organisasi besar. Mereka memastikan ruang dialog tetap terbuka dan evaluasi program akan dilakukan secara berkala.

    Kunjungan Gus Yahya di NTB disebut sebagai bagian dari strategi nasional PBNU untuk memperkuat basis daerah. Namun, suara warga Nahdiyin urban menjadi pengingat bahwa legitimasi organisasi di tingkat lokal tak hanya ditentukan oleh soliditas struktur, melainkan juga oleh kepercayaan dan partisipasi aktif warganya.

    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Pinterest Tumblr Bluesky Threads Email Copy Link
    redaksi
    • Website

    Related Posts

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026

    Hari Veteran Nasional, Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Veteran

    Agustus 11, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202674 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202643 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 20269 Views
    Don't Miss

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    redaksiSeptember 19, 2026

    Nurida Umiyati Utami membangun Desa Polowangi, Purworejo, melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, UMKM, pendidikan, hingga penguatan ekonomi desa.

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026

    Hari Veteran Nasional, Wali Kota Bandung Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Veteran

    Agustus 11, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Top Trending
    Most Popular

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 202674 Views

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 202643 Views

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 20269 Views
    Our Picks

    Bukan Sekadar Memimpin, Nurida Umiyati Utami Punya Cara Sendiri Membangun Desa Polowangi

    September 19, 2026

    Dari Mengejar Peluang, Evelyn Imeldinata Kini Pilih Menciptakannya

    September 18, 2026

    Piala Sedulur Purworejo 2026: Merawat Persaudaraan di Tanah Rantau

    September 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
    • Tentang
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    LensaRepublik.com | PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.